Tribute Untuk Imam Ghazali..

Posted on Updated on

Sebagai permulaannya, mungkin ada sedikit pertanyaan tentang blog ini. Katakan tidak pada dunya ? Apa maksud disebalik ungkapan ini ? Apakah penulis ini tidak menerima hakikat yang dia pun sedang hidup di dunia, kemudian menolak dunia ?  Ungkapan ini tiada maksud yang terselindung, dan tidak perlu disyarahkan dengan lebih panjang. Semakin seseorang itu merasakan usianya terlalu tua untuk hidup di dunia ini, sudah tentu ia mengenali dunia dan seisinya.

Blog ini juga sebagai satu tribute buat “Hujjatul Islam, as Syeikh Abu Hamid al Ghazali”, pelopor dan pencetus kepada Yes to Akhirat dan No to Dunya. Bacalah kitabnya Ihya’ Ulumuddin dan Minhajul Abidin seakan-akan menarik rasa gembira, ketawa, ceria bertukar menjadi takut, sedih dengan linangan air mata betapa dunia ini bukanlah tempat untuk saat-saat seperti itu. Hanya hati yang mati, jiwa yang kosong, akal yang ditipu itulah dapat merasai semua itu, sebaliknya hati yang hidup, jiwa yang dilimpahi dengan nur iman dan taqwa, pengakal ulul albab menikmati dunia itu hanya sekadar mimpi indah dalam tiduran yang sedetik cuma, tanpa ada apa-apa erti.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s